1.
Aspek – aspek Motivasi Mengajar
Menurut Anoraga (2001), pada umumnya orang yang
dibutuhkan oleh organisasi adalah orang yang bekerja dengan motivasi yang
tinggi. Ada perbedaan antara orang-orang yang bermotif (motivated) untuk
bekerja dengan orang yang bekerja dengan motivasi yang tinggi. Orang yang
bermotif untuk bekerja, ia akan bekerja hanya karena harus memenuhi
kebutuhan-kebutuhannya yang vital bagi diri sendiri dan keluarganya seperti
untuk mendapatkan jaminan kesehatan dan hari tua, status, ataupun untuk
memperoleh pergaulan yang menyenangkan. Bagi orang seperti ini, pekerjaan yang
menyenangkan dan menarik belum tentu akan memberikan kepuasan baginya dalam
menjalankan tugas-tugasnya. Sedangkan orang yang bekerja dengan motivasi yang
tinggi adalah orang yang merasa senang dan mendapatkan kepuasan dalam
pekerjaannya. Ia akan lebih berusaha untuk memperoleh hasil yang maksimal
dengan semangat yang tinggi, serta selalu berusaha untuk mengembangkan tugas
dan dirinya.
Seorang guru harus memiliki motivasi dalam
mengajar,motivasi seorang guru dalam mengajar itu tergantung pada individu guru
tersebut. Menurut Sardiman (2011) motivasi yang ada pada diri setiap orang itu
memiliki ciri:
a.
Tekun menghadapi tugas. Dapat bekerja terus – menerus
dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai. Seorang guru yang
memiliki motivasi mengajar akan melaksanakan tugasnya sebagai seorang pengajar
dengan membimbing kegiatan belajar mengajar dan bertanggung jawab atas tugas
yang dibebaninya
b.
Ulet menghadapi kesulitan mengajar (tidak lekas putus
asa). Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin
(tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya). Di dalam proses
mengajar sering terdapat kesulitan, seorang guru yang memiliki motivasi
mengajar yang tinggi akan ulet menghadapi kesulitan yang ada dan tidak putus
asa dengan kesulitan yang ada.
c.
Menunjukkan minat terhadap bermacam – macam masalah.
Untuk orang dewasa misalnya masalah pembangunan agama, politik, ekonomi,
keadilan, pemberantasan korupsi, penentangan terhadap setiap tindak criminal,
amoral, dan sebagainya. Guru yang
memiliki motivasi mengajar ketika menghadapi kesulitan – kesulitan atau
permasalahan dalam proses belajar mengajar akan selalu berusaha dan memiliki
keyakinan untuk dapat menyelesaikan masalah, seseorang yang mempunyai minat
terhadap suatu masalah berarti orang tersebut memiliki keyakinan untuk dapat
menyelesaikannya..
d.
Lebih senang bekerja mandiri dalam mengajar. Seorang
guru yang memiliki motivasi mengajar yakin akan kemampuan diri sendiri sehingga
tidak tergantung pada orang lain, dan selalu mengerjakan tugas sendiri dan
mandiri.
e.
Cepat bosan pada tugas – tugas yang rutin (hal – hal
yang bersifat mekanis, berulang – ulang begitu saja sehingga kurang kreatif).
Seorang guru yang memiliki motivasi mengajar, di dalam belajar mengajar guru
akan memberikan suasana baru dan kreatif, selalu memberikan hal yang baru di
dalam proses mengajar, dengan menggunakan berbagai metode agar proses belajar
tidak bosan, agar siswa ikut termotivasi dalam belajar.
f.
Dapat mempertahankan pendapatya. Seorang guru yang
memiliki motivasi mengajar akan mampu mempertahankan dan mempertanggungjawabkan
apa yang telah diucapkannya dan telah diyakininya.
g.
Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini. Seseorang
yang memiliki motivasi mengajar akan bertanggung jawab terhadap profesinya
sebagai guru, bahwa apa yang dimilikinya baik kemampuan, pengetahuan dapat
meningkatkan prestasi siswa.
h.
Senang mencari dan menyelesaikan masalah soal – soal. Guru
yang memiliki motivasi mengajar yang baik akan selalu mengevaluasi apa yang
telah disampaikan, apakah siswa dapat memahami, atau siswa yang tidak mengerti
apa yang dijelaskan sehingga guru akan mengetahui masalah yang ada pada
siswanya dan dari hasil evaluasi masalah tersebut, seorang guru akan segera
mencari jalan penyelesaiannya.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan mengenai
aspek-aspek dari motivasi dan aspek-aspek psikologis orang yang bermotivasi
tinggi adalah : merasa senang dan mendapatkan kepuasan dari pekerjaan, memiliki
semangat yang tinggi untuk mendapat hasil yang maksimal, berusaha mengembangkan
tugas dan diri, kesediaan untuk bekerja dengan baik, kesadaran dalam menunaikan
tugas, tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, minat, mandiri, cepat
bosan pada tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat, tidak mudah melepaskan
hal yang diyakini, senang mencari dan memecahkan masalah soal – soal.
Daftar Pustaka :
Anoraga,
P. 2001. Psikologi Kerja. Jakarta : Rineka Cipta
Sardiman, A.M. 2011. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajawali Pers