Monday, November 9, 2015

Aspek - aspek Motivasi Mengajar


1.      Aspek – aspek Motivasi Mengajar
Menurut Anoraga (2001), pada umumnya orang yang dibutuhkan oleh organisasi adalah orang yang bekerja dengan motivasi yang tinggi. Ada perbedaan antara orang-orang yang bermotif (motivated) untuk bekerja dengan orang yang bekerja dengan motivasi yang tinggi. Orang yang bermotif untuk bekerja, ia akan bekerja hanya karena harus memenuhi kebutuhan-kebutuhannya yang vital bagi diri sendiri dan keluarganya seperti untuk mendapatkan jaminan kesehatan dan hari tua, status, ataupun untuk memperoleh pergaulan yang menyenangkan. Bagi orang seperti ini, pekerjaan yang menyenangkan dan menarik belum tentu akan memberikan kepuasan baginya dalam menjalankan tugas-tugasnya. Sedangkan orang yang bekerja dengan motivasi yang tinggi adalah orang yang merasa senang dan mendapatkan kepuasan dalam pekerjaannya. Ia akan lebih berusaha untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan semangat yang tinggi, serta selalu berusaha untuk mengembangkan tugas dan dirinya.
Seorang guru harus memiliki motivasi dalam mengajar,motivasi seorang guru dalam mengajar itu tergantung pada individu guru tersebut. Menurut Sardiman (2011) motivasi yang ada pada diri setiap orang itu memiliki ciri:
a.       Tekun menghadapi tugas. Dapat bekerja terus – menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai. Seorang guru yang memiliki motivasi mengajar akan melaksanakan tugasnya sebagai seorang pengajar dengan membimbing kegiatan belajar mengajar dan bertanggung jawab atas tugas yang dibebaninya
b.      Ulet menghadapi kesulitan mengajar (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya). Di dalam proses mengajar sering terdapat kesulitan, seorang guru yang memiliki motivasi mengajar yang tinggi akan ulet menghadapi kesulitan yang ada dan tidak putus asa dengan kesulitan yang ada.
c.       Menunjukkan minat terhadap bermacam – macam masalah. Untuk orang dewasa misalnya masalah pembangunan agama, politik, ekonomi, keadilan, pemberantasan korupsi, penentangan terhadap setiap tindak criminal, amoral, dan sebagainya.  Guru yang memiliki motivasi mengajar ketika menghadapi kesulitan – kesulitan atau permasalahan dalam proses belajar mengajar akan selalu berusaha dan memiliki keyakinan untuk dapat menyelesaikan masalah, seseorang yang mempunyai minat terhadap suatu masalah berarti orang tersebut memiliki keyakinan untuk dapat menyelesaikannya..
d.      Lebih senang bekerja mandiri dalam mengajar. Seorang guru yang memiliki motivasi mengajar yakin akan kemampuan diri sendiri sehingga tidak tergantung pada orang lain, dan selalu mengerjakan tugas sendiri dan mandiri.
e.       Cepat bosan pada tugas – tugas yang rutin (hal – hal yang bersifat mekanis, berulang – ulang begitu saja sehingga kurang kreatif). Seorang guru yang memiliki motivasi mengajar, di dalam belajar mengajar guru akan memberikan suasana baru dan kreatif, selalu memberikan hal yang baru di dalam proses mengajar, dengan menggunakan berbagai metode agar proses belajar tidak bosan, agar siswa ikut termotivasi dalam belajar.
f.       Dapat mempertahankan pendapatya. Seorang guru yang memiliki motivasi mengajar akan mampu mempertahankan dan mempertanggungjawabkan apa yang telah diucapkannya dan telah diyakininya.
g.      Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini. Seseorang yang memiliki motivasi mengajar akan bertanggung jawab terhadap profesinya sebagai guru, bahwa apa yang dimilikinya baik kemampuan, pengetahuan dapat meningkatkan prestasi siswa.
h.      Senang mencari dan menyelesaikan masalah soal – soal. Guru yang memiliki motivasi mengajar yang baik akan selalu mengevaluasi apa yang telah disampaikan, apakah siswa dapat memahami, atau siswa yang tidak mengerti apa yang dijelaskan sehingga guru akan mengetahui masalah yang ada pada siswanya dan dari hasil evaluasi masalah tersebut, seorang guru akan segera mencari jalan penyelesaiannya.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan mengenai aspek-aspek dari motivasi dan aspek-aspek psikologis orang yang bermotivasi tinggi adalah : merasa senang dan mendapatkan kepuasan dari pekerjaan, memiliki semangat yang tinggi untuk mendapat hasil yang maksimal, berusaha mengembangkan tugas dan diri, kesediaan untuk bekerja dengan baik, kesadaran dalam menunaikan tugas, tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, minat, mandiri, cepat bosan pada tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat, tidak mudah melepaskan hal yang diyakini, senang mencari dan memecahkan masalah soal – soal.

Daftar Pustaka :
Anoraga, P. 2001. Psikologi Kerja. Jakarta : Rineka Cipta 
            Sardiman, A.M. 2011.  Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar,  Jakarta: Rajawali Pers

No comments:

Post a Comment