1
Pengertian Motivasi Mengajar
Motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif.
Berawal dari kata“motif”, yang diartikan sebagai daya upaya yang mendorong
seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif menjadi aktif pada saat – saat
tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau
mendesak Sardiman (2011).
Motivasi mengandung makna yang lebih
luas daripada sekedar diberi arti penggerakan dan pengarahan atau komando untuk
menjuruskan para karyawan (Anoraga, 2001). Motivasi adalah bidang kajian
manajemen yang banyak melibatkan aspek-aspek psikologis, karena dengan
motivasi, seseorang lebih banyak
menjelaskan terjadinya perilaku orang-orang yang didorong oleh kondisi psikis
yang ada dalam diri mereka masing-masing. Seperti halnya dorongan untuk
bersedia bekerja dengan baik, kesadaran dalam menunaikan tugas, rasa
tanggungjawab, dan berupaya untuk meningkatkan prestasi.
Handoko (1998), mengatakan
bahwa motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan
individu untuk melakukan kegiatan - kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.
Motivasi yang ada pada seseorang merupakan kekuatan pendorong yang akan
mewujudkan suatu perilaku guna mencapai kepuasan dirinya. Motivasi tidak dapat
diukur secara langsung, tetapi harus disimpulkan dari perilaku yang tampak.
Menurut
Luthans (2001), motivasi dijelaskan sebagai suatu proses yang muncul akibat
adanya defisiensi atau kekurangan secara fisik atau fisiologis, atau sebagai
kebutuhan yang mengaktifkan suatu perilaku atau sebagai dorongan yang mengarah
pada pencapaian tujuan atau insentif. Kebutuhan erat kaitannya dengan
defisiensi atau kekurangan, dimana kebutuhan itu sendiri terbentuk karena
adanya ketidakseimbangan dalam kondisi fisik atau fisiologisnya. Sedangkan
dorongan, berkaitan dengan arah atau orientasi seseorang untuk memilih suatu
perilaku tertentu. Dorongan ini yang menyediakan energi untuk mencapai suatu
tujuan.
Schiffman dan Kanuk (Chotimah dkk, 2001), berpendapat
bahwa motivasi dihasilkan karena adanya ketegangan akibat tidak terpenuhinya
suatu kebutuhan, sehingga secara sadar atau tidak seseorang akan mengurangi
ketegangan dengan perilaku yang dapat memenuhi kebutuhannya.
Robins (1996) mengemukakan bahwa motivasi dalam
perilaku organisasi merupakan kemauan untuk berjuang atau berusaha ke tingkat
yang lebih tinggi menuju tercapainya tujuan organisasi dengan syarat tidak
mengabaikan kemampuannya untuk memperoleh kepuasan dalam pemenuhan
kebutuhan-kebutuhan pribadi.
Menurut
Abror (1993) motivasi merupakan pemberian atau penimbulan motif dimana hal yang
tersebut menjadi aktif bila pada keadaan mendesak dan harus segera dilakukan
sedangkan Atkinson (1983) menyatakan motivasi mengacu pada faktor - faktor yang
menggerakkan dan mengarahkan tingkah laku. Dari beberapa pengertian
tersebut maka motivasi adalah kemauan atau dorongan dari dalam seseorang untuk
memenuhi kebutuhan.
Motivasi adalah suatu model dalam menggerakkan dan
mengarahkan para karyawan agar dapat melaksanakan tugas masing‐masing dalam
mencapai tujuan dengan penuh kesadaran, kegairahan, dan bertanggungjawab. Oleh
karena itu, motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau
dorongan kerja. Dalam psikologi, motivasi kerja sering disebut sebagai
pendorong semangat kerja. Kuat dan lemahnya motivasi kerja seorang karyawan
ikut menentukan besar kecilnya prestasi (Anoraga, 2001).
Nasution (Jupri, 2007) berpendapat bahwa mengajar adalah suatu
aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan
menghubungkannya dengan anak dan sehingga terjadi proses belajar. Mengajar
pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem
lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar
(Sardiman, 2011).
Mengajar adalah salah satu bentuk aktivitas kerja
seseorang dalam hal ini melibatkan seorang guru sebagai pelakunya. Bagaimanapun
juga guru adalah sebuah profesi yang sama dengan profesi lain karena
membutuhkan motivasi tertentu untuk mendorong melakukan pekerjaan tersebut.
Motivasi kerja akan dialami oleh setiap pekerja yang terlibat dalam suatu
organisasi kerja. Motivasi kerja adalah dorongan kerja yang timbul pada diri
seorang pekerja untuk berperilaku sehingga mereka mau dan rela untuk
mengarahkan kemampuannya (keahlian, ketrampilan, tenaga, dan waktu) untuk
melakukan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai tujuan yang
ditentukan (Muhyiddin dkk, 1999).
Motivasi kerja menurut Herzberg (Robbins, 1996),
adalah sikap seseorang terhadap pekerjaannya yang mengarah pada kepuasan kerja.
Dari
pengertian di atas, motivasi mengajar bisa disimpulkan sebagai dorongan yang merupakan penggerak jiwa dan
jasmani untuk berbuat dan bertingkah laku memenuhi tujuan tertentu dalam hal
ini adalah terciptanya proses kegiatan belajar mengajar, sebagai bentuk
pekerjaan seorang guru hingga mencapai kepuasan kerja.
No comments:
Post a Comment