Monday, November 9, 2015

Pengertian Motivasi Mengajar

1
    Pengertian Motivasi Mengajar

             Motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Berawal dari kata“motif”, yang diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif menjadi aktif pada saat – saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau mendesak Sardiman (2011).
            Motivasi mengandung makna yang lebih luas daripada sekedar diberi arti penggerakan dan pengarahan atau komando untuk menjuruskan para karyawan (Anoraga, 2001). Motivasi adalah bidang kajian manajemen yang banyak melibatkan aspek-aspek psikologis, karena dengan motivasi, seseorang  lebih banyak menjelaskan terjadinya perilaku orang-orang yang didorong oleh kondisi psikis yang ada dalam diri mereka masing-masing. Seperti halnya dorongan untuk bersedia bekerja dengan baik, kesadaran dalam menunaikan tugas, rasa tanggungjawab, dan berupaya untuk meningkatkan prestasi.
   Handoko (1998), mengatakan bahwa motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan - kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. Motivasi yang ada pada seseorang merupakan kekuatan pendorong yang akan mewujudkan suatu perilaku guna mencapai kepuasan dirinya. Motivasi tidak dapat diukur secara langsung, tetapi harus disimpulkan dari perilaku yang tampak.
           Menurut Luthans (2001), motivasi dijelaskan sebagai suatu proses yang muncul akibat adanya defisiensi atau kekurangan secara fisik atau fisiologis, atau sebagai kebutuhan yang mengaktifkan suatu perilaku atau sebagai dorongan yang mengarah pada pencapaian tujuan atau insentif. Kebutuhan erat kaitannya dengan defisiensi atau kekurangan, dimana kebutuhan itu sendiri terbentuk karena adanya ketidakseimbangan dalam kondisi fisik atau fisiologisnya. Sedangkan dorongan, berkaitan dengan arah atau orientasi seseorang untuk memilih suatu perilaku tertentu. Dorongan ini yang menyediakan energi untuk mencapai suatu tujuan.
 Schiffman dan Kanuk (Chotimah dkk, 2001), berpendapat bahwa motivasi dihasilkan karena adanya ketegangan akibat tidak terpenuhinya suatu kebutuhan, sehingga secara sadar atau tidak seseorang akan mengurangi ketegangan dengan perilaku yang dapat memenuhi kebutuhannya.
Robins (1996) mengemukakan bahwa motivasi dalam perilaku organisasi merupakan kemauan untuk berjuang atau berusaha ke tingkat yang lebih tinggi menuju tercapainya tujuan organisasi dengan syarat tidak mengabaikan kemampuannya untuk memperoleh kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pribadi.
          Menurut Abror (1993) motivasi merupakan pemberian atau penimbulan motif dimana hal yang tersebut menjadi aktif bila pada keadaan mendesak dan harus segera dilakukan sedangkan Atkinson (1983) menyatakan motivasi mengacu pada faktor - faktor yang menggerakkan dan mengarahkan tingkah laku. Dari beberapa pengertian tersebut maka motivasi adalah kemauan atau dorongan dari dalam seseorang untuk memenuhi kebutuhan.
          Motivasi adalah suatu model dalam menggerakkan dan mengarahkan para karyawan agar dapat melaksanakan tugas masingmasing dalam mencapai tujuan dengan penuh kesadaran, kegairahan, dan bertanggungjawab. Oleh karena itu, motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Dalam psikologi, motivasi kerja sering disebut sebagai pendorong semangat kerja. Kuat dan lemahnya motivasi kerja seorang karyawan ikut menentukan besar kecilnya prestasi (Anoraga, 2001).
Nasution (Jupri, 2007) berpendapat bahwa mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak dan sehingga terjadi proses belajar. Mengajar pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar (Sardiman, 2011).
Mengajar adalah salah satu bentuk aktivitas kerja seseorang dalam hal ini melibatkan seorang guru sebagai pelakunya. Bagaimanapun juga guru adalah sebuah profesi yang sama dengan profesi lain karena membutuhkan motivasi tertentu untuk mendorong melakukan pekerjaan tersebut. Motivasi kerja akan dialami oleh setiap pekerja yang terlibat dalam suatu organisasi kerja. Motivasi kerja adalah dorongan kerja yang timbul pada diri seorang pekerja untuk berperilaku sehingga mereka mau dan rela untuk mengarahkan kemampuannya (keahlian, ketrampilan, tenaga, dan waktu) untuk melakukan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai tujuan yang ditentukan (Muhyiddin dkk, 1999).
Motivasi kerja menurut Herzberg (Robbins, 1996), adalah sikap seseorang terhadap pekerjaannya yang mengarah pada kepuasan kerja.
         Dari pengertian di atas, motivasi mengajar bisa disimpulkan sebagai  dorongan yang merupakan penggerak jiwa dan jasmani untuk berbuat dan bertingkah laku memenuhi tujuan tertentu dalam hal ini adalah terciptanya proses kegiatan belajar mengajar, sebagai bentuk pekerjaan seorang guru hingga mencapai kepuasan kerja.

No comments:

Post a Comment