masih belum puas menafsirkan cerita malam
karena tidak mungkin kuajak tembok kamar berbincang
masuk akhirnya ke entri baru agar tenang
masih seputar tema yang sama
pertanyaan tentang bagaimana mencintai
seseorang dengan baik dan benar
ahh...menjadi termasuk segelintir orang yang minim kepercayaan
bisa-bisanya tajamnya matamu kupandang sebagai caramu menunjukkan keraguan
tak ada cara lain
kamu sendiri yang seharusnya menoleh kebelakang
pasti sulit membuatmu mendengar teriakanku yang kencang
kutahu apa yang memanggilmu untuk pergi
jangan biarkankan aku melihatmu dengan mata
tapi dari hati
No comments:
Post a Comment